Anticipated Barrier to Health Seeking Behavior dan Sosial Ekonomi Pada Penyintas Kanker

Setiap tahun terjadi lonjakan prevalensi penyintas kanker di Indonesia. Angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh kanker mencapai angka 132,6 penderita kanker dalam populasi 100.000 orang pada tahun 2018. Keterlambatan diagnosis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi naiknya angka kemati...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Sifa Fitri
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Airlangga 2021-03-01
Series:Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/24839
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Setiap tahun terjadi lonjakan prevalensi penyintas kanker di Indonesia. Angka kematian di Indonesia yang disebabkan oleh kanker mencapai angka 132,6 penderita kanker dalam populasi 100.000 orang pada tahun 2018. Keterlambatan diagnosis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi naiknya angka kematian karena kanker. Status sosial dan ekonomi adalah salah satu faktor yang mungkin berperan pada keputusan penyintas kanker untuk tidak memeriksakan diri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan melihat apakah ada perbedaan respon kelompok-kelompok sosial ekonomi pada anticipated barrier to visit general practitioner. Penelitian ini menggunakan metode pengisian kuesioner Awareness and Belief about Cancer pada 101 penyintas kanker. Ditemukan tidak adanya perbedaan respon antara kelompok-kelompok sosial dan ekonomi pada anticipated barrier to visit general practitioner. Sebagian besar dari responden menilai bahwa ketakutan akan diagnosis dokter adalah hal yang membuat responden mempertimbangkan keputusannya untuk pergi ke dokter.
ISSN:2776-1851