Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren
Para penjamah makanan di Pesantren X pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan karena tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang ada adalah tempat pencucian alat makan dan masak dan tidak menggunakan APD, meletakkan bahan makanan juga langsung dilantai, Tempat penyimpanan makanan yan...
Saved in:
Main Authors: | , , , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah
2024-08-01
|
Series: | Ahmar Metakarya |
Subjects: | |
Online Access: | https://journal.ahmareduc.or.id/index.php/AMJPM/article/view/359 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1841560370642157568 |
---|---|
author | Rusmiati Rusmiati Narwati Narwati Aldi Syahputra Nasution Putri Arida Ipmawati |
author_facet | Rusmiati Rusmiati Narwati Narwati Aldi Syahputra Nasution Putri Arida Ipmawati |
author_sort | Rusmiati Rusmiati |
collection | DOAJ |
description | Para penjamah makanan di Pesantren X pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan karena tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang ada adalah tempat pencucian alat makan dan masak dan tidak menggunakan APD, meletakkan bahan makanan juga langsung dilantai, Tempat penyimpanan makanan yang jarang dibersihkan antara makanan mentah dan masak dicampur saat disimpan tempat penggilingan bumbu dalam kondisi rusak dan menggunakan blender yang kondisinya kotor. Kondisi demikian menurut Permenkes no 2 tahun 2023 sudah dikategorikan dalam kondisi tidak memenuhi syarat ditinjau dari kondisi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan Ruang Gizi tentang Cara Pengolahan dan penyimpanan makanan untuk pencegahan penyakit diare dalam rangka menuju Pondok Pesantren X yang sehat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi Metode leaflet dan stiker untuk meningkatkan pengetahuan, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan dalam melaksanakan sanitasi pengolahan makanan dan personal hygiene dengan benar. Praktek /Simulasi dan pemberian seperangkat APD dan alat penggilingan bumbu. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat 100% (20) Penjamah Makanan Ruang Gizi Pesantren X menerapkan personal hygiene. Kedua, minimal 40 % Penjamah makanan melakukan proses pencucian peralatan dan penyimpanan makanan dengan benar pada bulan ke lima setelah dilakukan kegiatan pendamping penyuluhan dan demonstrasi dan bulan ke-9 telah mencapai minimal 80 %. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat Penyuluhan pengolahan dan penyimpanan makanan dengan benar dihadiri oleh penjamah makanan Ruang Gizi Pondok Pesantren X. Antusiasme penjamah makanan dalam kegiatan penyuluhan dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan dan diskusi yang disampaikan penjamah makanan kepada penyuluh, sehingga penjamah makanan menerima materi yang disampaikan dengan baik. Saran dalam kegiatan pengabdian masyarakat Pengelola Ruang Gizi Pesantren X dapat melakukan monitoring dan evaluasi pengolahan dan penyimpanan untuk menjamin kebersihan bahan makanan serta makanan yang akan di hidangkan untuk santri. Selain itu juga dapat dilakukan monitoring hygiene perorangan penjamah. |
format | Article |
id | doaj-art-d82c4592d2e749a9b81ebb2864e2d927 |
institution | Kabale University |
issn | 2807-3797 2807-3576 |
language | English |
publishDate | 2024-08-01 |
publisher | Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah |
record_format | Article |
series | Ahmar Metakarya |
spelling | doaj-art-d82c4592d2e749a9b81ebb2864e2d9272025-01-04T10:28:56ZengYayasan Ahmad Mansyur NasirahAhmar Metakarya2807-37972807-35762024-08-014113013510.53770/amjpm.v4i1.359359Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok PesantrenRusmiati Rusmiati0Narwati Narwati1Aldi Syahputra Nasution2Putri Arida Ipmawati3Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, IndonesiaJurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, IndonesiaJurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, IndonesiaJurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, IndonesiaPara penjamah makanan di Pesantren X pada umumnya tidak mencuci tangan sebelum mengolah makanan karena tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang ada adalah tempat pencucian alat makan dan masak dan tidak menggunakan APD, meletakkan bahan makanan juga langsung dilantai, Tempat penyimpanan makanan yang jarang dibersihkan antara makanan mentah dan masak dicampur saat disimpan tempat penggilingan bumbu dalam kondisi rusak dan menggunakan blender yang kondisinya kotor. Kondisi demikian menurut Permenkes no 2 tahun 2023 sudah dikategorikan dalam kondisi tidak memenuhi syarat ditinjau dari kondisi sanitasi Tempat Pengolahan Makanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan Ruang Gizi tentang Cara Pengolahan dan penyimpanan makanan untuk pencegahan penyakit diare dalam rangka menuju Pondok Pesantren X yang sehat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini meliputi Metode leaflet dan stiker untuk meningkatkan pengetahuan, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan Penjamah Makanan dalam melaksanakan sanitasi pengolahan makanan dan personal hygiene dengan benar. Praktek /Simulasi dan pemberian seperangkat APD dan alat penggilingan bumbu. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat 100% (20) Penjamah Makanan Ruang Gizi Pesantren X menerapkan personal hygiene. Kedua, minimal 40 % Penjamah makanan melakukan proses pencucian peralatan dan penyimpanan makanan dengan benar pada bulan ke lima setelah dilakukan kegiatan pendamping penyuluhan dan demonstrasi dan bulan ke-9 telah mencapai minimal 80 %. Simpulan kegiatan pengabdian masyarakat Penyuluhan pengolahan dan penyimpanan makanan dengan benar dihadiri oleh penjamah makanan Ruang Gizi Pondok Pesantren X. Antusiasme penjamah makanan dalam kegiatan penyuluhan dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan dan diskusi yang disampaikan penjamah makanan kepada penyuluh, sehingga penjamah makanan menerima materi yang disampaikan dengan baik. Saran dalam kegiatan pengabdian masyarakat Pengelola Ruang Gizi Pesantren X dapat melakukan monitoring dan evaluasi pengolahan dan penyimpanan untuk menjamin kebersihan bahan makanan serta makanan yang akan di hidangkan untuk santri. Selain itu juga dapat dilakukan monitoring hygiene perorangan penjamah.https://journal.ahmareduc.or.id/index.php/AMJPM/article/view/359penjamahpengolahan makananruang gizi ponpes |
spellingShingle | Rusmiati Rusmiati Narwati Narwati Aldi Syahputra Nasution Putri Arida Ipmawati Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren Ahmar Metakarya penjamah pengolahan makanan ruang gizi ponpes |
title | Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren |
title_full | Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren |
title_fullStr | Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren |
title_full_unstemmed | Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren |
title_short | Pendampingan Pengolahan dan Penyimpanan Makanan Pada Penjamah Makanan Pada Pondok Pesantren |
title_sort | pendampingan pengolahan dan penyimpanan makanan pada penjamah makanan pada pondok pesantren |
topic | penjamah pengolahan makanan ruang gizi ponpes |
url | https://journal.ahmareduc.or.id/index.php/AMJPM/article/view/359 |
work_keys_str_mv | AT rusmiatirusmiati pendampinganpengolahandanpenyimpananmakananpadapenjamahmakananpadapondokpesantren AT narwatinarwati pendampinganpengolahandanpenyimpananmakananpadapenjamahmakananpadapondokpesantren AT aldisyahputranasution pendampinganpengolahandanpenyimpananmakananpadapenjamahmakananpadapondokpesantren AT putriaridaipmawati pendampinganpengolahandanpenyimpananmakananpadapenjamahmakananpadapondokpesantren |