Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian
Artikel ini membedah tentang dinamika kontestasi kuasa kepala desa sebagai pemimpin formal dengan Abah Olot yang merupakan kepala adat sebagai aktor informal dalam kebijakan publik dan politik keseharian di Desa Adat Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Persoalan tersebu...
Saved in:
Main Authors: | , , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka Belitung
2020-07-01
|
Series: | Journal of Political Issues |
Subjects: | |
Online Access: | https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/30 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1841543719448215552 |
---|---|
author | Yeby Ma'asan Mayrudin Nabilla Amalia Husna Fanny Rosye Yuliati |
author_facet | Yeby Ma'asan Mayrudin Nabilla Amalia Husna Fanny Rosye Yuliati |
author_sort | Yeby Ma'asan Mayrudin |
collection | DOAJ |
description | Artikel ini membedah tentang dinamika kontestasi kuasa kepala desa sebagai pemimpin formal dengan Abah Olot yang merupakan kepala adat sebagai aktor informal dalam kebijakan publik dan politik keseharian di Desa Adat Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Persoalan tersebut menunjukkan adanya persilangan kontestasi kuasa antara aktor. Interseksi ini memunculkan pertarungan kuasa dominatif di antara kedua aktor tersebut. Oleh karena itu, tim penulis menelusuri praktik relasi kuasa yang terjadi agar mampu dijadikan sebagai refleksi untuk membenahi problematika itu. Dalam menyelisik fenomena tersebut, tim penulis menggunakan kerangka teori Kepemimpinan dan Shadow State yang dimanfaatkan sebagai pisau analisa. Adapun metode penelitiannya memakai metode kualitatif deskriptif. Metode jenis ini mampu mengejawantahkan data deskriptif terkait dengan pokok persoalan dalam artikel ini. Alhasil, tulisan ini membuktikan manifestasi kuasa hegemonik pemimpin informal terhadap kepemimpinan formal. Praktik shadow state atas kuasa aktor informal yang mampu “menyetir” aktor struktural formal pemerintahan terejawantahkan pada kasus aktualisasi kebijakan publik dan politik kesehariannya di desa adat Guradog. |
format | Article |
id | doaj-art-bbe497ea4af24f6c8d1342e6e6fda1de |
institution | Kabale University |
issn | 2685-7766 |
language | English |
publishDate | 2020-07-01 |
publisher | Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka Belitung |
record_format | Article |
series | Journal of Political Issues |
spelling | doaj-art-bbe497ea4af24f6c8d1342e6e6fda1de2025-01-13T07:16:30ZengProgram Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka BelitungJournal of Political Issues2685-77662020-07-01211910.33019/jpi.v2i1.3030Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik KeseharianYeby Ma'asan Mayrudin0Nabilla Amalia Husna1Fanny Rosye Yuliati2Universitas Sultan Ageng TirtayasaUniversitas Sultan Ageng TirtayasaUniversitas Sultan Ageng TirtayasaArtikel ini membedah tentang dinamika kontestasi kuasa kepala desa sebagai pemimpin formal dengan Abah Olot yang merupakan kepala adat sebagai aktor informal dalam kebijakan publik dan politik keseharian di Desa Adat Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Persoalan tersebut menunjukkan adanya persilangan kontestasi kuasa antara aktor. Interseksi ini memunculkan pertarungan kuasa dominatif di antara kedua aktor tersebut. Oleh karena itu, tim penulis menelusuri praktik relasi kuasa yang terjadi agar mampu dijadikan sebagai refleksi untuk membenahi problematika itu. Dalam menyelisik fenomena tersebut, tim penulis menggunakan kerangka teori Kepemimpinan dan Shadow State yang dimanfaatkan sebagai pisau analisa. Adapun metode penelitiannya memakai metode kualitatif deskriptif. Metode jenis ini mampu mengejawantahkan data deskriptif terkait dengan pokok persoalan dalam artikel ini. Alhasil, tulisan ini membuktikan manifestasi kuasa hegemonik pemimpin informal terhadap kepemimpinan formal. Praktik shadow state atas kuasa aktor informal yang mampu “menyetir” aktor struktural formal pemerintahan terejawantahkan pada kasus aktualisasi kebijakan publik dan politik kesehariannya di desa adat Guradog.https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/30kepemimpinan informaldesa adatshadow state |
spellingShingle | Yeby Ma'asan Mayrudin Nabilla Amalia Husna Fanny Rosye Yuliati Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian Journal of Political Issues kepemimpinan informal desa adat shadow state |
title | Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian |
title_full | Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian |
title_fullStr | Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian |
title_full_unstemmed | Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian |
title_short | Kontestasi Kuasa Kepemimpinan Formal dengan Informal dalam Kebijakan Publik dan Politik Keseharian |
title_sort | kontestasi kuasa kepemimpinan formal dengan informal dalam kebijakan publik dan politik keseharian |
topic | kepemimpinan informal desa adat shadow state |
url | https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/30 |
work_keys_str_mv | AT yebymaasanmayrudin kontestasikuasakepemimpinanformaldenganinformaldalamkebijakanpublikdanpolitikkeseharian AT nabillaamaliahusna kontestasikuasakepemimpinanformaldenganinformaldalamkebijakanpublikdanpolitikkeseharian AT fannyrosyeyuliati kontestasikuasakepemimpinanformaldenganinformaldalamkebijakanpublikdanpolitikkeseharian |