Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia

Schizophrenia is a type of mental disorder characterized by deviations in the individual's thoughts, perceptions, emotions, movements, and behavior. Auditory hallucinations are one of the positive symptoms that between 60 and 80 percent of people with schizophrenia experience. Patients with aud...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Made Ambari Pramudia, I Gusti Ayu Diah Fridari
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Muria Kudus 2024-12-01
Series:Jurnal Psikologi Perseptual
Subjects:
Online Access:https://jurnal.umk.ac.id/index.php/perseptual/article/view/13138
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1841533376890142720
author Made Ambari Pramudia
I Gusti Ayu Diah Fridari
author_facet Made Ambari Pramudia
I Gusti Ayu Diah Fridari
author_sort Made Ambari Pramudia
collection DOAJ
description Schizophrenia is a type of mental disorder characterized by deviations in the individual's thoughts, perceptions, emotions, movements, and behavior. Auditory hallucinations are one of the positive symptoms that between 60 and 80 percent of people with schizophrenia experience. Patients with auditory hallucinations might experience instructions to harm oneself or others, threats, insults, or mutually exclusive voices or sound. Music therapy is one form of therapy that can given. This study aims to examine and identify how the administration of nonpharmacological therapy in the form of music therapy can decrease the symptoms and signs of auditory hallucinations. The research method used literature review with the search terms “Music Therapy” and “Auditory Hallucinations” on the Garuda Portal and Google Scholar database. The outcomes of 10 studies showed that there was a gradual decrease in both their symptomps and signs of auditory hallucinations after schizophrenia patients received music therapy. Thus, it can be stated that music therapy can reduce the intensity of auditory hallucinations in schizophrenia patients, provide a feeling of relaxation, and make patients more comfortable. Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan mental dengan karakteristik adanya penyimpangan pada pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan tingkah laku individu. Salah satu gejala positif yang dialami hampir 60-80% oleh pasien skizofrenia adalah halusinasi pendengaran. Pasien dengan halusinasi pendengaran mungkin mengalami instruksi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, ancaman, penghinaan, atau suara yang saling sahut menyahut. Terapi musik merupakan salah satu bentuk terapi yang dapat diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bagaimana pemberian terapi nonfarmakologi berupa terapi musik dapat menurunkan gejala dan tanda halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan istilah pencarian “Terapi Musik” dan “Halusinasi Pendengaran” pada database Garuda Portal dan Google Scholar. Hasil pengkajian dari 10 studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara bertahap pada gejala dan tanda halusinasi pendengaran setelah pasien skizofrenia diberikan terapi musik. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa terapi musik dapat mengurangi intensitas halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia, memberikan perasaan rileks, dan membuat pasien lebih nyaman.
format Article
id doaj-art-ad79a9b1aee24ba4a0d1f281caa4b713
institution Kabale University
issn 2528-1895
2580-9520
language English
publishDate 2024-12-01
publisher Universitas Muria Kudus
record_format Article
series Jurnal Psikologi Perseptual
spelling doaj-art-ad79a9b1aee24ba4a0d1f281caa4b7132025-01-16T02:21:01ZengUniversitas Muria KudusJurnal Psikologi Perseptual2528-18952580-95202024-12-019217319310.24176/perseptual.v9i2.131384194Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien SkizofreniaMade Ambari Pramudia0I Gusti Ayu Diah Fridari1Fakultas Kedokteran, Program Studi Sarjana Psikologi, Universitas UdayanaFakultas Kedokteran, Program Studi Sarjana Psikologi, Universitas UdayanaSchizophrenia is a type of mental disorder characterized by deviations in the individual's thoughts, perceptions, emotions, movements, and behavior. Auditory hallucinations are one of the positive symptoms that between 60 and 80 percent of people with schizophrenia experience. Patients with auditory hallucinations might experience instructions to harm oneself or others, threats, insults, or mutually exclusive voices or sound. Music therapy is one form of therapy that can given. This study aims to examine and identify how the administration of nonpharmacological therapy in the form of music therapy can decrease the symptoms and signs of auditory hallucinations. The research method used literature review with the search terms “Music Therapy” and “Auditory Hallucinations” on the Garuda Portal and Google Scholar database. The outcomes of 10 studies showed that there was a gradual decrease in both their symptomps and signs of auditory hallucinations after schizophrenia patients received music therapy. Thus, it can be stated that music therapy can reduce the intensity of auditory hallucinations in schizophrenia patients, provide a feeling of relaxation, and make patients more comfortable. Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan mental dengan karakteristik adanya penyimpangan pada pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan tingkah laku individu. Salah satu gejala positif yang dialami hampir 60-80% oleh pasien skizofrenia adalah halusinasi pendengaran. Pasien dengan halusinasi pendengaran mungkin mengalami instruksi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain, ancaman, penghinaan, atau suara yang saling sahut menyahut. Terapi musik merupakan salah satu bentuk terapi yang dapat diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi bagaimana pemberian terapi nonfarmakologi berupa terapi musik dapat menurunkan gejala dan tanda halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan istilah pencarian “Terapi Musik” dan “Halusinasi Pendengaran” pada database Garuda Portal dan Google Scholar. Hasil pengkajian dari 10 studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan secara bertahap pada gejala dan tanda halusinasi pendengaran setelah pasien skizofrenia diberikan terapi musik. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa terapi musik dapat mengurangi intensitas halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia, memberikan perasaan rileks, dan membuat pasien lebih nyaman.https://jurnal.umk.ac.id/index.php/perseptual/article/view/13138auditory hallucinationmusic therapyschizophrenia
spellingShingle Made Ambari Pramudia
I Gusti Ayu Diah Fridari
Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
Jurnal Psikologi Perseptual
auditory hallucination
music therapy
schizophrenia
title Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
title_full Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
title_fullStr Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
title_full_unstemmed Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
title_short Studi Literatur: Penurunan Intensitas Halusinasi Pendengaran dengan Terapi Musik pada Pasien Skizofrenia
title_sort studi literatur penurunan intensitas halusinasi pendengaran dengan terapi musik pada pasien skizofrenia
topic auditory hallucination
music therapy
schizophrenia
url https://jurnal.umk.ac.id/index.php/perseptual/article/view/13138
work_keys_str_mv AT madeambaripramudia studiliteraturpenurunanintensitashalusinasipendengarandenganterapimusikpadapasienskizofrenia
AT igustiayudiahfridari studiliteraturpenurunanintensitashalusinasipendengarandenganterapimusikpadapasienskizofrenia