RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN

Abstrak_ Selain menyangkut teknik fungsi, dan estetika bangunan, arsitektur juga merepresentasikan relasi kekuasaan dan pengetahuan dalam suatu rancangan bangunan. Pengetahuan yang dianut akan terkristalisasi dalam bangunan sebagai teks pesan yang dapat dibaca oleh pengguna. Penelitian ini membahas...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Prisca Bicawasti Budi Sutanty
Format: Article
Language:English
Published: Departement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 2023-06-01
Series:Nature: National Academic Journal of Architecture
Subjects:
Online Access:https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/32610
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1841564897411858432
author Prisca Bicawasti Budi Sutanty
author_facet Prisca Bicawasti Budi Sutanty
author_sort Prisca Bicawasti Budi Sutanty
collection DOAJ
description Abstrak_ Selain menyangkut teknik fungsi, dan estetika bangunan, arsitektur juga merepresentasikan relasi kekuasaan dan pengetahuan dalam suatu rancangan bangunan. Pengetahuan yang dianut akan terkristalisasi dalam bangunan sebagai teks pesan yang dapat dibaca oleh pengguna. Penelitian ini membahas tentang relasi kekuasaan dan pengetahuan yang menghasilkan diskursus pada arsitektur Gereja Candi Ganjuran, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan random probability sampling. Penelitian ini mengungkapkan adanya relasi pengetahuan dan kekuasaan yang dimiliki oleh arsitek yang akan mempengaruhi arsitektur Gereja Candi Ganjuran dan menjelaskan diskursus pada pengguna. Arsitek memiliki ideologi untuk menyebarkan agama Katolik yang dibalut oleh pengetahuan budaya Mataram. Pesan tersebut tersampaikan dalam 6 konsep yang terdiri atas 13 elemen arsitektur. Hasil rata-rata nilai menunjukkan bahwa pengguna mengetahui ada pesan yang tersimpan namun tidak mengetahui keseluruhan arti dibalik pesan tersebut. Budaya Mataram, sebagai bentuk yang lazim dilihat pengguna, mendominasi pengetahuan yang terwujud. Sehingga kebudayaan Mataram menjadi diskursus paling kuat dari sudut pandang pengguna. Sebaliknya nilai Kekatolikan sebagai ideologi baru pada masyarakat Jawa, berada pada tingkat keterbacaan terendah karena pengimplementasian ideologi ini cenderung tertuang pada hal yang bukan menjadi fokus umat. Kata kunci : Analisis Wacana; Gereja Candi Ganjuran; Kekuasaan dan Pengetahuan.
format Article
id doaj-art-5f6b93eea7c8498091a5b20f32072d15
institution Kabale University
issn 2302-6073
2579-4809
language English
publishDate 2023-06-01
publisher Departement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
record_format Article
series Nature: National Academic Journal of Architecture
spelling doaj-art-5f6b93eea7c8498091a5b20f32072d152025-01-02T22:14:00ZengDepartement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin MakassarNature: National Academic Journal of Architecture2302-60732579-48092023-06-0110110.24252/nature.v10i1a932610RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURANPrisca Bicawasti Budi Sutanty0Institut Teknologi Bandung Abstrak_ Selain menyangkut teknik fungsi, dan estetika bangunan, arsitektur juga merepresentasikan relasi kekuasaan dan pengetahuan dalam suatu rancangan bangunan. Pengetahuan yang dianut akan terkristalisasi dalam bangunan sebagai teks pesan yang dapat dibaca oleh pengguna. Penelitian ini membahas tentang relasi kekuasaan dan pengetahuan yang menghasilkan diskursus pada arsitektur Gereja Candi Ganjuran, Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan random probability sampling. Penelitian ini mengungkapkan adanya relasi pengetahuan dan kekuasaan yang dimiliki oleh arsitek yang akan mempengaruhi arsitektur Gereja Candi Ganjuran dan menjelaskan diskursus pada pengguna. Arsitek memiliki ideologi untuk menyebarkan agama Katolik yang dibalut oleh pengetahuan budaya Mataram. Pesan tersebut tersampaikan dalam 6 konsep yang terdiri atas 13 elemen arsitektur. Hasil rata-rata nilai menunjukkan bahwa pengguna mengetahui ada pesan yang tersimpan namun tidak mengetahui keseluruhan arti dibalik pesan tersebut. Budaya Mataram, sebagai bentuk yang lazim dilihat pengguna, mendominasi pengetahuan yang terwujud. Sehingga kebudayaan Mataram menjadi diskursus paling kuat dari sudut pandang pengguna. Sebaliknya nilai Kekatolikan sebagai ideologi baru pada masyarakat Jawa, berada pada tingkat keterbacaan terendah karena pengimplementasian ideologi ini cenderung tertuang pada hal yang bukan menjadi fokus umat. Kata kunci : Analisis Wacana; Gereja Candi Ganjuran; Kekuasaan dan Pengetahuan. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/32610Analisis wacanaFaucaudianGereja Candi GanjuranKekuasaan dan Pengetahuan
spellingShingle Prisca Bicawasti Budi Sutanty
RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
Nature: National Academic Journal of Architecture
Analisis wacana
Faucaudian
Gereja Candi Ganjuran
Kekuasaan dan Pengetahuan
title RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
title_full RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
title_fullStr RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
title_full_unstemmed RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
title_short RELASI KEKUASAAN DAN PENGETAHUAN PADA ARSITEKTUR GEREJA CANDI GANJURAN
title_sort relasi kekuasaan dan pengetahuan pada arsitektur gereja candi ganjuran
topic Analisis wacana
Faucaudian
Gereja Candi Ganjuran
Kekuasaan dan Pengetahuan
url https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/32610
work_keys_str_mv AT priscabicawastibudisutanty relasikekuasaandanpengetahuanpadaarsitekturgerejacandiganjuran