Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial
Budaya populer kini memengaruhi perkembangan industri kecantikan Indonesia dan orang yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kecantikan. Komunitas Skintention merupakan komunitas yang populer dan didukung oleh e-commerce kecantikan Indonesia. Anggota komunitas berpartisipasi melalui platform media...
Saved in:
Main Authors: | , |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala
2024-12-01
|
Series: | JKG (Jurnal Komunikasi Global) |
Subjects: | |
Online Access: | https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/view/39021 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
_version_ | 1841554035005456384 |
---|---|
author | Victoria Glory Henderson Intan Primadini |
author_facet | Victoria Glory Henderson Intan Primadini |
author_sort | Victoria Glory Henderson |
collection | DOAJ |
description | Budaya populer kini memengaruhi perkembangan industri kecantikan Indonesia dan orang yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kecantikan. Komunitas Skintention merupakan komunitas yang populer dan didukung oleh e-commerce kecantikan Indonesia. Anggota komunitas berpartisipasi melalui platform media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kegiatan budaya partisipasi yang dilakukan oleh anggota komunitas Skintension dengan konsep budaya partisipatif Jenkins dalam setting komunitas kecantikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus Robert Stake dengan pendekatan kualitatif yang membahas bentuk-bentuk kegiatan budaya partisipatif yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tiga anggota komunitas Skintention dan diolah menurut teknik analisis data Stake. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan partisipasi yang dilakukan dalam bentuk afiliasi formal, ekspresi dalam bentuk konten, pemecahan masalah secara kolaboratif ketika bekerja sama dalam kegiatan, dan distribusi informasi pada media. Bisa disimpulkan bahwa anggota komunitas menumbuhkan keempat bentuk budaya partisipasi, dan ditemukan bahwa terdapat manfaat edukatif dan ekonomis dari partisipasi yang dilakukan.
Pop culture is now influencing the development of Indonesia's beauty industry and individuals interested in the beauty world. The Skintention community is a popular community supported by Indonesian beauty e-commerce platforms. Community members actively participate through social media platforms.This study aims to explore the forms of participatory culture activities carried out by members of the Skintention community using Jenkins' concept of participatory culture in the beauty community setting. The research method employed is Robert Stake's case study with a qualitative approach, focusing on the forms of participatory cultural activities performed by community members. Data collection was conducted through in-depth interviews with three Skintention community members and processed using Stake's data analysis techniques. The findings reveal that participation activities are carried out in the form of formal affiliations, expressions through content creation, collaborative problem-solving when working together on activities, and information distribution on media platforms. It can be concluded that community members cultivate these four forms of participatory culture, with the study also finding educational and economic benefits from their participation. |
format | Article |
id | doaj-art-5c5f12c71c7a476a8334aaaae2fd9ec0 |
institution | Kabale University |
issn | 2614-7998 2614-218X |
language | English |
publishDate | 2024-12-01 |
publisher | Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala |
record_format | Article |
series | JKG (Jurnal Komunikasi Global) |
spelling | doaj-art-5c5f12c71c7a476a8334aaaae2fd9ec02025-01-09T01:37:09ZengProgram Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah KualaJKG (Jurnal Komunikasi Global)2614-79982614-218X2024-12-0113226128110.24815/jkg.v13i2.3902119447Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media SosialVictoria Glory Henderson0Intan Primadini1Universitas Multimedia NusantaraUniversitas Multimedia NusantaraBudaya populer kini memengaruhi perkembangan industri kecantikan Indonesia dan orang yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kecantikan. Komunitas Skintention merupakan komunitas yang populer dan didukung oleh e-commerce kecantikan Indonesia. Anggota komunitas berpartisipasi melalui platform media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kegiatan budaya partisipasi yang dilakukan oleh anggota komunitas Skintension dengan konsep budaya partisipatif Jenkins dalam setting komunitas kecantikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus Robert Stake dengan pendekatan kualitatif yang membahas bentuk-bentuk kegiatan budaya partisipatif yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tiga anggota komunitas Skintention dan diolah menurut teknik analisis data Stake. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan partisipasi yang dilakukan dalam bentuk afiliasi formal, ekspresi dalam bentuk konten, pemecahan masalah secara kolaboratif ketika bekerja sama dalam kegiatan, dan distribusi informasi pada media. Bisa disimpulkan bahwa anggota komunitas menumbuhkan keempat bentuk budaya partisipasi, dan ditemukan bahwa terdapat manfaat edukatif dan ekonomis dari partisipasi yang dilakukan. Pop culture is now influencing the development of Indonesia's beauty industry and individuals interested in the beauty world. The Skintention community is a popular community supported by Indonesian beauty e-commerce platforms. Community members actively participate through social media platforms.This study aims to explore the forms of participatory culture activities carried out by members of the Skintention community using Jenkins' concept of participatory culture in the beauty community setting. The research method employed is Robert Stake's case study with a qualitative approach, focusing on the forms of participatory cultural activities performed by community members. Data collection was conducted through in-depth interviews with three Skintention community members and processed using Stake's data analysis techniques. The findings reveal that participation activities are carried out in the form of formal affiliations, expressions through content creation, collaborative problem-solving when working together on activities, and information distribution on media platforms. It can be concluded that community members cultivate these four forms of participatory culture, with the study also finding educational and economic benefits from their participation.https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/view/39021beauty communitybudaya partisipasikomunitas kecantikanmedia sosialparticipatory culturesocial media |
spellingShingle | Victoria Glory Henderson Intan Primadini Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial JKG (Jurnal Komunikasi Global) beauty community budaya partisipasi komunitas kecantikan media sosial participatory culture social media |
title | Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial |
title_full | Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial |
title_fullStr | Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial |
title_full_unstemmed | Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial |
title_short | Budaya Partisipasi Anggota Komunitas Kecantikan Skintention di Media Sosial |
title_sort | budaya partisipasi anggota komunitas kecantikan skintention di media sosial |
topic | beauty community budaya partisipasi komunitas kecantikan media sosial participatory culture social media |
url | https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/view/39021 |
work_keys_str_mv | AT victoriagloryhenderson budayapartisipasianggotakomunitaskecantikanskintentiondimediasosial AT intanprimadini budayapartisipasianggotakomunitaskecantikanskintentiondimediasosial |