TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA

Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ari Widyati Purwantiasning, Lutfi Prayogi, Dedi Hantono, Yeptadian Sari
Format: Article
Language:English
Published: Departement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 2022-06-01
Series:Nature: National Academic Journal of Architecture
Subjects:
Online Access:https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/23434
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1841563278338162688
author Ari Widyati Purwantiasning
Lutfi Prayogi
Dedi Hantono
Yeptadian Sari
author_facet Ari Widyati Purwantiasning
Lutfi Prayogi
Dedi Hantono
Yeptadian Sari
author_sort Ari Widyati Purwantiasning
collection DOAJ
description Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya.  Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory.  Keywords :  Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay  
format Article
id doaj-art-3742e32e2df541c6acc46283622a285b
institution Kabale University
issn 2302-6073
2579-4809
language English
publishDate 2022-06-01
publisher Departement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
record_format Article
series Nature: National Academic Journal of Architecture
spelling doaj-art-3742e32e2df541c6acc46283622a285b2025-01-03T00:03:59ZengDepartement of Architecture Universitas Islam Negeri Alauddin MakassarNature: National Academic Journal of Architecture2302-60732579-48092022-06-019110.24252/nature.v9i1a223434TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURAAri Widyati PurwantiasningLutfi Prayogi0Dedi Hantono1Yeptadian Sari2Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah JakartaProgram Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah JakartaProgram Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah JakartaAbstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya.  Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory.  Keywords :  Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay   https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/23434Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay
spellingShingle Ari Widyati Purwantiasning
Lutfi Prayogi
Dedi Hantono
Yeptadian Sari
TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
Nature: National Academic Journal of Architecture
Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay
title TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
title_full TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
title_fullStr TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
title_full_unstemmed TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
title_short TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA
title_sort telaah permeabilitas pada kawasan bersejarah clarke quay di singapura
topic Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay
url https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/nucturenature/article/view/23434
work_keys_str_mv AT ariwidyatipurwantiasning telaahpermeabilitaspadakawasanbersejarahclarkequaydisingapura
AT lutfiprayogi telaahpermeabilitaspadakawasanbersejarahclarkequaydisingapura
AT dedihantono telaahpermeabilitaspadakawasanbersejarahclarkequaydisingapura
AT yeptadiansari telaahpermeabilitaspadakawasanbersejarahclarkequaydisingapura