Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018

Populisme Islam telah menjadi diskusi hangat di Indonesia pasca munculnya Fenomena Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pada waktu itu, masa populisme Islam yang kecewa terhadap sistem karena telah melahirkan kesenjangan melampiaskan kekecewaannya pada serangkaian Aksi Bela Islam I, II, dan III. Fen...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Yusa Djuyandi, Bagus Riadi, Muhammad Zia Ulhaq, Diki Drajat
Format: Article
Language:English
Published: Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka Belitung 2019-07-01
Series:Journal of Political Issues
Subjects:
Online Access:https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/4
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1841543666611519488
author Yusa Djuyandi
Bagus Riadi
Muhammad Zia Ulhaq
Diki Drajat
author_facet Yusa Djuyandi
Bagus Riadi
Muhammad Zia Ulhaq
Diki Drajat
author_sort Yusa Djuyandi
collection DOAJ
description Populisme Islam telah menjadi diskusi hangat di Indonesia pasca munculnya Fenomena Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pada waktu itu, masa populisme Islam yang kecewa terhadap sistem karena telah melahirkan kesenjangan melampiaskan kekecewaannya pada serangkaian Aksi Bela Islam I, II, dan III. Fenomena gerakan populisme Islam tidak hanya terjadi di Jakarta, diskusi populisme Islam juga berkembang dalam konstestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Salah satu pasangan calon yang disinyalir memanfaatkan gelombang populisme Islam ini adalah Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik). Pasangan yang diusung oleh Gerindra dan PKS ini diuntungkan untuk mendapat suara masa populisme Islam karena partai pengusung pasangan Asyik adalah partai yang mendapat citra sebagai partai pro umat Islam. Namun sayangnya keuntungan ini belum terkonsolidasi secara masif. Ujaran tagar 2019 Ganti Presiden yang dibawa oleh pasangan Asyik dalam debat kedua Pilgub Jabar diyakini sebagai salah satu upaya untuk mengkonsolidasikan dukungan masa populisme Islam. Pada tulisan ini akan dianalisis bagaimana strategi pasangan Asyik untuk mengkonsolidasikan dukungan dari masa populisme Islam yang sebelumnya dalam kasus Pilkada DKI Jakarta, masa populisme Islam berada dalam barisan Gerindra dan PKS sebagai oposisi penguasa.
format Article
id doaj-art-1b30896a64ab4f01abeb22b5407485d2
institution Kabale University
issn 2685-7766
language English
publishDate 2019-07-01
publisher Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka Belitung
record_format Article
series Journal of Political Issues
spelling doaj-art-1b30896a64ab4f01abeb22b5407485d22025-01-13T07:16:30ZengProgram Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Bangka BelitungJournal of Political Issues2685-77662019-07-0111233410.33019/jpi.v1i1.44Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018Yusa Djuyandi0Bagus Riadi1Muhammad Zia Ulhaq2Diki Drajat3Universitas PadjadjaranUniversitas PadjadjaranUniversitas PadjadjaranUniversitas PadjadjaranPopulisme Islam telah menjadi diskusi hangat di Indonesia pasca munculnya Fenomena Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pada waktu itu, masa populisme Islam yang kecewa terhadap sistem karena telah melahirkan kesenjangan melampiaskan kekecewaannya pada serangkaian Aksi Bela Islam I, II, dan III. Fenomena gerakan populisme Islam tidak hanya terjadi di Jakarta, diskusi populisme Islam juga berkembang dalam konstestasi Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Salah satu pasangan calon yang disinyalir memanfaatkan gelombang populisme Islam ini adalah Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik). Pasangan yang diusung oleh Gerindra dan PKS ini diuntungkan untuk mendapat suara masa populisme Islam karena partai pengusung pasangan Asyik adalah partai yang mendapat citra sebagai partai pro umat Islam. Namun sayangnya keuntungan ini belum terkonsolidasi secara masif. Ujaran tagar 2019 Ganti Presiden yang dibawa oleh pasangan Asyik dalam debat kedua Pilgub Jabar diyakini sebagai salah satu upaya untuk mengkonsolidasikan dukungan masa populisme Islam. Pada tulisan ini akan dianalisis bagaimana strategi pasangan Asyik untuk mengkonsolidasikan dukungan dari masa populisme Islam yang sebelumnya dalam kasus Pilkada DKI Jakarta, masa populisme Islam berada dalam barisan Gerindra dan PKS sebagai oposisi penguasa.https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/4asyikpilgub jabarpopulisme islam
spellingShingle Yusa Djuyandi
Bagus Riadi
Muhammad Zia Ulhaq
Diki Drajat
Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
Journal of Political Issues
asyik
pilgub jabar
populisme islam
title Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
title_full Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
title_fullStr Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
title_full_unstemmed Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
title_short Strategi Kampanye Sudrajat-Syaikhu Mendapat Dukungan Masa Populisme Islam Dalam Pilgub Jawa Barat 2018
title_sort strategi kampanye sudrajat syaikhu mendapat dukungan masa populisme islam dalam pilgub jawa barat 2018
topic asyik
pilgub jabar
populisme islam
url https://jpi.ubb.ac.id/index.php/JPI/article/view/4
work_keys_str_mv AT yusadjuyandi strategikampanyesudrajatsyaikhumendapatdukunganmasapopulismeislamdalampilgubjawabarat2018
AT bagusriadi strategikampanyesudrajatsyaikhumendapatdukunganmasapopulismeislamdalampilgubjawabarat2018
AT muhammadziaulhaq strategikampanyesudrajatsyaikhumendapatdukunganmasapopulismeislamdalampilgubjawabarat2018
AT dikidrajat strategikampanyesudrajatsyaikhumendapatdukunganmasapopulismeislamdalampilgubjawabarat2018